Pura Pucak Mangu

Melangkahkan kaki ke jalan spiritual adalah hal mulia, menjelajahi tempat-tempat suci terutama pura yang ada di Bali, lokasi tempat suci agama Hindu ini lebih dominan terletak dipegunungan dan pantai, sehingga perjalnan tirta yatra tersebut memberikan sensasi pengalaman spiritual yang mengesankan, serta memberikan ketenangan sempurna, acapkali perjalanan ke lokasi memerlukan usaha ekstra, seperti untuk mencapai pura Pucak Mangu,  berada di wilayah Petang, Badung, setelah kita sampai di areal parkir, kita harus berjalan kaki menuju puncak, jalanan sedikit terjal, disinilah kenikmatannya, sesuatu bisa kita dapatkan lebih berharga dengan usaha maksimal juga. Wisatawan penghobbi wisata petualangan bisa coba trekking menapaki jalanan menuju pura.


Puncak Mangu

 

Sesampai pelataran pura, yang berada di atas ketinggian 2.000 meter dari permukaan laut, kalau memang cuaca tidak berkabut, pertama kita bisa saksikan keindahan dari puncak, tentu suguhan pemandangan alam sekeliling pura, serta tempat ataupun suasana pedesaan pada dataran rendah, sekilas 2 danau Kembar dan Tamblingan dengan lekukan perbukitan terlihat begitu indah dari kejauhan, suasana tenang dan asri di kawasan hutan, membuat para pendaki spiritual menjadikan tempat ini tempat yang cocok untuk penyatuan rohani dengan Yang Maha Kuasa.Pura Pucak Mangu memiliki beberapa pelinggih dan sebuah lingga yang merupakan peninggalan purbakala bersejarah jaman megalitikum, jaman feodal pra Hindu, berkisaran pada pada abad ke-10, kalau dihubungkan lagi dengan mithologis lingga yang merupakan pancering jagat bumi Bali agar menjadi stabil.

Pura Puncak Mangu


Pura Puncak Mangu menempati posisi penting dalam bentangan spiritual di pulau seribu pura ini, merupakan kahyangan jagat yang memiliki fungsi sebagai Pura Padma Bhuwana dan Catur Loka Pala, sebagai catur loka pala pura Puncak Mangu berada sisi posisi Utara, Andakasa sebelah Selatan, Batukaru sebelah Barat dan Lempuyang sebelah Timur, sedangkan fungsinya sebagai Padma Bhuwana sebagai simbol alam semesta atau Bhuwana agung sebagai tempat memuja Ida sang Hyang Widi wasa yang manifestasinya sebagai Dewa Sangkara. Pura-pura yang ada di Bali sebagai benteng-benteng rohani berfungsi menjaga daratan ini agar tetap ajeg, karena hampir setiap celah tempat kosong dan jauh dari keramaian berdiri sebuah pura.