Pura Puseh Batuan

Banyak bangunan cagar budaya yang ada di Bali, yang erat kaitannya dengan perjalanan sejarah dan tatanan kehidupan masyarakat Bali, salah satunya adalah Pura Desa dan Puseh Batuan yang terletak di Desa Batuan, Sukawati, Gianyar, terletak sekitar 18 km dari kota Denpasar. Disebutkan dalam sebuah prasasti bahwa Pura Puseh Batuan dibangun sekitar tahun saka 944 (1020 M) pada jaman pemerintahan Raja Paduka Aji Sri Dharmawangsa Wardhana dari dinasti Warmadewa. Sebuah peninggalan bangunan kuna yang masih lestari sampai sekarang ini, memiliki latar belakang sejarah yang sudah berumur hampir mencapai seribu tahun dan nilai artistik yang tinggi, aura magis sangat terasa bagi orang-orang yang menekuni dunia spiritual dan hal-hal unik, ini semua membuat pura puseh ini menjadi pura yang spesial bagi wisatawan, sehingga dijadikan objek wisata yang diminati oleh wisatawan.

 

Pura Puseh Batuan


Bangunan pura terlihat megah terletak di Utara jalan dan diseberangnya terdapat bangunan panggung yang sewaktu-waktu dipentaskan tari Gambuh. Untuk masuk ke kawasan pura, pengunjung dikenakan tiket masuk dan harus menggunakan kain yang memang wajib digunakan setiap masuk ke areal pura, kalau tidak bawa kain biasanya sudah disiapkan di areal pura dengan sedikit biaya sewa. Ornamen bangunan pura sangat kental dengan hiasan seni ukir Bali dengan bahan dasar yang terbuat dari batu bata merah baik itu pintu gerbangnya dan candi bentar menuju bagian dalam pura, bentuk fisik bangunan terlihat sudah berumur tapi masih kokoh dengan ciri kekunaannya.

 

 

Kori Agung Pura Puseh Batuan


Pure Puseh Batuan merupakan bagian dari Kahyangan Tiga yang lazim dimiliki oleh setiap desa pekraman di Bali, di bagian halaman tengah terdapat Bale Agung, Bale Kulkul dan sebuah kori Agung yang memang terlihat begitu agung berdiri sebagai tempat pintu keluar masuk paara dewa, seperti pretima yang berupa patung kecil sebagai simbol Dewa sesuhunan di sini. Yang diapit beberapa patung raksasa yang disimbolkan sebagai penjaga. Dan disamping kiri dan kanan kori Agung diapit oleh 2 pintu kecil sebagai keluar masuknya umat untuk sembahyang di halaman utama pura. Di Halama utama terdapat berbagai pelinggih seperti meru dan padmasana yang sebagai tempat pemujaan Ida Sang Hyang Widi. Dan dibelakang pura terdapat wantilan yang menyimpan benda-benda purbakala.

Perjalanan tour ke Pura Puseh Batuan biasanya dipaketkan dengan kunjungan ke desa Batubukan, Celuk, Sukawati, Mas, Goa Gajah, Tampasiring, Kintamani dan Ubud.